
Senja perlahan turun di Desa Pulau Panci, Kecamatan Kelumpang Hilir, ketika keluarga besar Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotabaru berkumpul dalam satu ruang yang sama. Senin sore (2/3/2026), di Sekretariat Daratan DAD Blok C, rapat pleno pembahasan kepengurusan sekaligus Pengganti Antar Waktu (PAW) digelar dan dirangkai dengan buka puasa bersama, menghadirkan suasana yang tak hanya formal, tetapi juga hangat dan penuh kekeluargaan.
Forum itu dipimpin langsung oleh Ketua DAD Kotabaru, Muhammad Yani. Sosok yang akrab disapa Yani oleh kalangan internal tersebut hadir bersama Sekretaris DAD Zaini Sukarni serta jajaran pengurus lainnya. Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan organisasi adat, Yani membuka pleno dengan menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan demi menjaga marwah lembaga.
Agenda utama pleno adalah menetapkan PAW untuk posisi Wakil Ketua II DAD Kotabaru menggantikan almarhum Harniansyah. Setelah melalui pembahasan dan kesepakatan bersama, forum resmi mengamanahkan jabatan tersebut kepada Durabil untuk melanjutkan sisa masa bakti periode 2024–2029. Keputusan itu diambil secara mufakat, mencerminkan semangat kolektif yang menjadi ruh organisasi adat.
Ketua DAD Kotabaru, Muhammad Yani, menyampaikan rasa syukurnya atas jalannya rapat yang kondusif. Dalam pernyataannya sebagai pucuk pimpinan lembaga adat, ia menilai proses ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari tanggung jawab moral menjaga keberlanjutan organisasi.
“Ulun sangat berterima kasih atas terlaksananya rapat pleno hari ini dengan aman dan lancar, serta atas terpilihnya Wakil Ketua II DAD Kotabaru, Durabil. Mudah-mudahan DAD Kotabaru bisa semakin maju dan bermartabat di mata masyarakat maupun di mata hukum,” ujar Yani.
Lebih jauh, ia berharap pejabat baru dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta menguatkan visi dan misi organisasi. Bagi Yani, kepemimpinan di lembaga adat bukan sekadar struktur, tetapi juga soal keteladanan dan komitmen menjaga kehormatan adat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Sementara itu, Durabil yang kini resmi menjabat sebagai Wakil Ketua II DAD Kotabaru menyampaikan komitmennya dengan nada tegas namun bersahaja. Dalam perannya sebagai pengemban amanah baru, ia menekankan pentingnya kebersamaan lintas komunitas adat di Kotabaru.
“Saya dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua II DAD Kabupaten Kotabaru. Kita maju bersama dengan seluruh komunitas adat, baik Banjar, Dayak, Bugis, maupun adat lainnya,” kata Durabil di hadapan peserta pleno.
Tokoh adat yang kini mengisi posisi strategis tersebut menegaskan bahwa ke depan DAD Kotabaru akan memfokuskan diri pada penguatan organisasi agar berjalan solid bersama seluruh jajaran. Selain konsolidasi internal, ia juga menekankan komitmen memperjuangkan dan mempertahankan hak-hak masyarakat adat, mengembangkan seni budaya serta adat istiadat leluhur, sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.
“DAD siap bergerak maju, pantang mundur hingga waja sampai kaputing,” tegasnya, mengutip semboyan yang lekat dengan semangat perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan.
Rapat pleno yang berakhir menjelang waktu berbuka itu pun ditutup dengan doa dan kebersamaan di meja makan sederhana. Di antara hidangan yang tersaji, terselip harapan agar kepengurusan yang telah diperbarui mampu membawa organisasi adat ini semakin kokoh, bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pelindung nilai, identitas, dan hak masyarakat adat di Bumi Saijaan. (agm)








